Berburu Berudu, Aktivitas Paling Sia-Sia yang Pernah dan Sering Kita Lakukan Saat Kecil

Berburu Berudu, Aktivitas Paling Sia-Sia yang Pernah dan Sering Kita Lakukan Saat Kecil

Di kehidupan kita yang serba fana ini, ada selalu saja rutinitas konyol, tidak bermanfaat, nirfaedah, dan tentu saja percuma. Tetapi lebih konyol kembali sebab kita masih lakukan aktivitas Slot Online Terpercaya itu dengan biasa saja. Diantaranya ialah cari berudu alias kecebong waktu periode kecil di tepian sungai atau rawa-rawa. Ya, namanya anak kecil, kan, tentu tingkat rasa ingin tahunya tinggi sekali, apa lagi sama makhluk hidup. Semuanya yang imut-mungil di sungai dia anggap ikan lucu. Tipikal bocil gitulah pokoknya~

Aktivitas itu umumnya dahulu banyak dikerjakan setelah pulang sekolah. Demikian sampai rumah, tukar pakaian, mencari jala ikan, komplet sama ember kecil buat bawa hasil buruan. Jika dapetnya benar-benar ikan mah tidak jadi masalah, ya, tetapi yang membuat geli tuch mengapa kita dahulu hoby sekali mencari berudu begitu lo? Gantian sudah gede kembali pada sadar, kan, jika itu rupanya bukan ikan! 🙁

Tidak dipungkuri kembali jika mencari ikan di sungai memang jadi salah satunya selingan membahagiakan dan murah ala-ala anak kecil jaman dahulu. Terutamanya beberapa anak yang hidup di wilayah perdesaan, walau ada pula beberapa anak kota yang lakukan aktivitas itu.

Selainmain layang-layang, petak umpet, atau permainan tradisionil yang lain, mencari ikan di sungai ialah permainan yang simpan banyak masa lalu kita di periode kecil.

Tidak hanya itu, dahulu siapa saja jika sudah mencari tepian sungai dari ujung ke ujung, tidak ada yang bernama mengenal sama waktu. Dasarnya jika belum kedengar azan, belum balik. Ikan yang didapatkan juga dahulu sangat banyak jenisnya, dimulai dari yang kecil sampai besar.

Dari beberapa tipe ikan yang kerap diamankan, ada satu tipe yang membuat kita malu saat bergerak besar dan mengetahui kenyataannya. Ya, rupanya kita dahulu sering kali nangkepin berudu atau kecebong! Itu lo, anak kodok yang belum keluar tangan dan kakinya. Lumrah sich jika waktu itu kita memandang binatang kecil yang imut itu selaku salah satunya tipe ikan yang menggemaskan. Apa lagi jika saksikan mereka bergerak berkoloni sekalian melenggok kanan dan kiri. Sudah tepat seperti pergerakan ikan hias sekali dech dasarnya. Siapakah yang tidak tertarik coba? 🙁

Tetapi umumnya, rasa berbahagia kita sesudah mendapatkan banyak tangkapan ikan kecil itu cuman bertahan demikian hari. Bukan lantaran banyak yang mati, tetapi sebab mengetahui jika ada fenomena yang berlangsung.

Bayangin saja, kembali senang-senengnya saksikan perkembangan ikan hasil buruan, mendadak ada banyak ikan kita yang muncul tangan sama kakinya. Di antara terkejut dan takut sich beda tipis. Coba siapa dahulu yang mikir jika ikan kita itu rupanya anakan monster? Apa lagi kita tidak pernah belajar yang bernama metamorfosis hewan. Hmmmmmm~

Nyesel dan malu sich tentunya iya, lagian siapa sich yang tidak malu saat sadar jika dahulu yang kerap kita tangkap itu rupanya bukan ikan beneran? Tetapi dari situlah kita banyak belajar hal yang kemungkinan baru kita dalami di kursi sekolah pada saat-saat sesudahnya. Ternyata ada sangat banyak yang diberikan oleh alam ke kita di periode kecil lewat beberapa cara yang demikian konyol dan kemungkinan benar-benar tidak terpikir awalnya. Diantaranya dengan unik satu ini. Percaya dech, tentu banyak antara kita yang mengetahui dan memahami jika anak kodok itu sebelumnya berupa ikan biasanya malahan dari beberapa momen bermain seperti beini, tidak dari keterangan guru di sekolah.

error: Content is protected !!