5 Cara PDKT Legendaris Orang-Orang Zaman Dulu. Kocak, Dramanya Nggak Banyak Gimik Kayak Sekarang~

5 Cara PDKT Legendaris Orang-Orang Zaman Dulu. Kocak, Dramanya Nggak Banyak Gimik Kayak Sekarang~

Kecuali mencari uang, ternyata cari belahan jiwa adalah persoalan yang tidak pernah ada selesainya dari muka bumi ini. Karena itu tidak bingung bila beberapa orang ikhlas lakukan apa saja untuk cinta yang mereka inginkan, sekalinya itu beberapa hal yang jauh dari logika atau akal sehat. Tetapi yang bernama perjuangan untuk cinta mah, beda jaman, beda juga triknya. Bila saat ini kita cukup PDKT dengan orang lain dengan chatting-an, ulas hoby dan rumor terbaru, atau menonton bioskop, dan bermacam jenis aktivitas yang lain, jaman dahulu tidak ada begituan.

Bukannya dapat to the poin alias langsung ke pokoknya, langkah PDKT orang jaman dahulu dapat disebut aneh, absurd, dan konyol sekali. Jangankan memperlihatkan jika kita kembali suka dan senang dengan seorang, yang ada malahan muter-muter dahulu terasa seperti kembali pemanasan. Benar-benar sich, tiap angkatan tentu punyai narasi dan triknya sendiri-sendiri sich. Nah, di bawah ini ialah beberapa cara legendaris yang kerap dipakai untuk PDKT di jaman dahulu oleh orang-orang~

Langkah yang ini benar-benar termasuk classic dan usang sekali. Kamu dapat bertanya dengan orang tuamu begitu legendarisnya langkah PDKT unik ini di jaman mereka. Awalannya sich hanya sembunyikan sandal atau sepatu, lagi lanjut ke ledek-ledekan sebab pada sama-sama tuduh. Nah, umumnya sich yang ngumpetin ini sudah kongkalikong dahulu sama rekan-rekan yang lain, kelak saat waktunya datang, ia akan seakan-akan jadi orang yang sukses mendapati. Tetapi sich umumnya tunggu sampai sasarannya ketidaktahuan sekali dahulu, dasarnya sampai ia sudah cemas optimal, baru dech sang pahlawan ini tiba. Dari sana nih peluang bibit-bibit cinta akan tumbuh subur.

Langkah yang ke-2 ini tidak kalah legendaris yang pertama. Baik cowok atau cewek, umumnya kerap dan sangat banyak yang memakai langkah ini waktu kembali PDKT dengan orang yang dicintainya. Walau sebenarnya sudah punyai alat catat komplet, tetapi masih saja berpura-pura pinjem sama sasaran. Entahlah itu pensil, pulpen, penghapus, type-x, dan alat catat yang lain yang kurang lebih memungkinkannya buat dipinjamkan. Bahkan juga, umumnya jika sudah kemauan sekali sich dari rumah menyengaja tidak membawa alat catat, agar jika sampai kelas di sekolah dapat modusin sasaran buat pinjem beberapa alat tulisnya. Halaaaahhhh!

Konyol? Benar-benar! Namanya saja langkah PDKT legendaris jaman dahulu, mustahil jika tidak konyol sich. Bayangin saja, semestinya jarak di antara sekolah dengan rumah cuman lima menit sudah sampai. Tetapi satu kali lagi, yang bernama untuk cinta mah apa saja akan dikerjakan. Hanya karena rumah sang sasaran berada lebih jauh, ikhlas tuch muter-muter lebih dulu agar dapat melalui di muka tempat tinggalnya sekalian tegur sapa hangat. Ibaratnya yang semestinya lima menit dapat sampai rumah, ini 1/2 jam baru sampai rumah, itu juga jika tidak singgah bercakap dahulu. Untuk cintaaaaa~

Langkah yang ini umumnya dikerjakan oleh beberapa orang yang dahulu punyai tingkat kebucinan optimal. Disamping itu, ia pasti juga punyai keberanian sekalian kegabutan yang tidak bermain-main. Walau sebenarnya jika di kelas tidak pernah memerhatikan, pekerjaan tidak pernah ngerjain, apa yang dibicarakan guru tidak pernah digubris. Ehhhh, kok sampai bela-belain pinjam buku catatan semua, dibawa ke rumah juga! Jika dipikirkan tidak logika sekali, kan? Nyimak pelajaran tidak pernah, tetapi gengsi-gengsian pinjam buku catatan. Ya, buat apa lagi jika tidak ditulisin kalimat, “I love you”? Agar dibaca sama pacar saat dibalikin. Alay bener, tidak tanggung-tanggung. 🙁

error: Content is protected !!